Jumat, 21 November 2014

Ingatan dari kota Bandung

Sore itu matahari sudah tak sejalan lagi, mendung mulai datang, hujan deras  tak kunjung reda yang menemani kami di suatu pendopo agung di kota Bandung. Aku mulai lelah, seharian berjalan dan mengikuti jalannya acara demi membawa nama baik Universitas. Bukan hanya aku, teman-teman yang lain juga ikut lelah. Dering ditelepon genggam ku acuhkan walau berkali-kali berdering ku hiraukan. Bukannya aku tak peduli, tetapi aku hanya ingin bertindak profesional atau kata munafiknya aku tak ingin terlihat terlalu mementingkan urusan pribadiku daripada tim walau aku ingin sekali untuk mengecek telepon genggamku untuk sebentar saja.
Dingin, basah dan lelah sudah terkumpul jadi satu, dari pendopo agung kami pergi ke taman wisata dan keesokan sore hari setelahnya, kami sepakat untuk kembali ke kota Bandung untuk membeli oleh-oleh. 

Benar, oleh-oleh. Aku fokuskan uang sisa perjalanan untuk membeli oleh-oleh khusunya untuk ibuku, Selebihnya aku membelikan selembar kain pendek warna coklat hitam bentuknya sangat kusukai dan terkesan hangat. Aku membayangkan akan ada dikenakan dileher siapakah kain hangat ini, teresenyum malu aku membayangkannya sampai lupa untuk kembali sadar, aku senang benar-benar senang dibuatnya, tanpa berfikir panjang aku pun membelinya.

Sesampainya pulang, Semua senyum yang masih terasa di Bandung karena kain hangat itu sudah hilang dan sia-sia. 
Bodohnya aku membeli hal yang kusukai untuk diberikan pada merpati yang patah sayapnya, bodohnya aku menghabiskan uang dan lupa untuk membeli hal yang lebih penting, membeli oleh-oleh untuk teman terdekatku hanya untuk merpati yang tak tau arah, bodohnya aku yang tetap diam walau dihina oleh merpati yang tak tau kata, bodohnya aku, iya benar aku sangat bodoh untuk tetap tak memikirkannya walau itu sulit. Bodoh.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Eternal Friendship


Ika dan Ani
Mereka membuat dunia saya jadi berwarna, lebih hidup.
Bagaimana saya menjelaskan persahabatan ini, sudah terlalu banyak kenangannya hampir sembilan tahun lamanya kami selalu bersama walau di pisahkan di pendidikan SMA tapi kami dipertemukan kembali di satu universitas yang sama, sama seperti dulu di satu SMP yang sama.

Dengan mereka saya tidak bisa berbohong, dengan mereka rasa sesak bisa hilang dengan sendirinya, dengan mereka kemacetan sepanjang apapun antara inderalaya-palembang sama sekali tak terasa, dengan mereka saya habis akal untuk menjelaskan lagi bagaimana bahagianya saya haha.

Saya menyebut mereka eternal friendship atau persahabatan abadi, ingat betul tanggal pengucapan nama tersebut 22 Desember 2005.

Iya benar, saya hanya memiliki sedikit teman, benar-benar sedikit, tapi saya bahagia dan nyaman :)


Minggu, 20 Juli 2014

Bodoh

Apa ya Tuhan salahku ini sedemikian rupa Engkau membuatnya perih, bukan hanya sekali berulang kali luka yang belum kering Kau koyak lagi. Apa salahku ini?

Kamis, 26 Juni 2014

Kita

Sini mari sini, berdua kita bagi
canda, tawa, suka, dan habagia

sini mari sini, berdua kita bagi
duka, bilah, angan, dan derita


akar cinta kita tumbuh
merajut jadi satu,
tak kan tumbang dan menghilang
diterpa cacian kosong lalu lalang







Minggu, 22 Juni 2014

Pengawal Awan

dipohon berdenting semu
hati ini mengibarkan sayapnya
melangkah penuh suka ke atas
melihat wajah girangmu

berharap waktu berhenti lama
terpaku membiru awan sirna
takkan lagi ku lepas
walau hanya sengenggam embun

pengawal awan akankah kau tau
disini aku merindu
melihat jerat senyumnya
merangkul anggun jiwaku

pengawal awan beritahu aku
disini aku menunggu
membasuh kembali hatinya
mendengar kembali abunya pelangi

akankah kau tahu
sedikit saja selalu ku nanti walau tiada arti